Sebanyak 106 item atau buku ditemukan

Konsep Dasar Dan Aplikasi SEM Dengan Amos 22

Kemajuan teknologi informasi memungkinkan penggunaan metode statistik tingkat lanjut yang sangat bermanfaat untuk menjelaskan hubungan antarvariabel yang kompleks, seperti Structural Equation Modeling (SEM), menjadi mudah dan praktis. AMOS 22 adalah program aplikasi (SEM) yang sangat user friendly sekaligus powerful, sehingga AMOS 22 saat ini adalah program terpopuler di Indonesia untuk mengolah berbagai model riset yang menggunakan metode SEM. Membahas berbagai konsep dasar SEM serta cara penggunaan program AMOS dalam membuat dan mengolah sebuah model SEM. Untuk memudahkan pemahaman, pada setiap topik disertakan contoh kasus yang relevan, bagaimana AMOS 22 mengolah data yang ada serta cara menafsir output AMOS 22. Buku ini ditujukan kepada para pemula yang baru belajar tentang SEM dan penggunaan software AMOS 22; karena itu, isi buku disusun secara sistematis sehingga pembaca dapat mengikuti alur pembahasan materi dengan mudah. *Bonus pada buku fisik (CD, voucher, pembatas buku) tidak disertakan dalam buku digital (e-book)

Kemajuan teknologi informasi memungkinkan penggunaan metode statistik tingkat lanjut yang sangat bermanfaat untuk menjelaskan hubungan antarvariabel yang kompleks, seperti Structural Equation Modeling (SEM), menjadi mudah dan praktis.

Dasar-Dasar IPA: Konsep dan Aplikasinya

Ilmu pengetahuan alam (IPA) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai tingkat sekolah dasar (SD) sampai perguruan tinggi (PT). Oleh karena itu para calon guru harus dibekali dengan konsep-konsep dasar IPA, yang akan digunakan nanti pada saat mengajar di sekolah. Buku Dasar-dasar IPA ini didesain sedemikian rupa agar dapat membekali para mahasiswa calon guru sekolah dasar mengenai konsep-konsep IPA maupun cara membuktikan konsep-konsep tersebut melalui percobaan sederhana. Dalam buku ini selain dibahas mengenai teori-teori yang dikemukakan para akhli, juga dibahas mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.

Ilmu pengetahuan alam (IPA) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai tingkat sekolah dasar (SD) sampai perguruan tinggi (PT).

Ushul Fiqih Jilid II

Penyusunan buku ini dilatarbelakangi oleh tidak tersedianya literatur dalam bahasa Indonesia mengenai ushul fiqh yang mengupas secara luas, mendalam, dan komprehensif dengan merujuk kepada kitab-kitab standar dari semua mahzab. Kajian buku ini me mengetengahkan pandangan mazhab ushul fiqh/fiqh terbesar dalam Islam, yaitu Syafi’iyah, Malikiyah, ngungkap semua persoalan ushul fiqh secara detail dan mendalam denganHanabilah, Hanafiyah, Syi’ah Imamiyah, dan Zhahriyah. Karena itu, buku ini dirancang untuk dijadikan sebagai literatur standar yang lengkap dan komprehensif mengenai ushul fiqh secara tuntas, sehingga pembaca dapat memahaminya pada setiap jilid sesuai kebutuhan.

D. Adat atau 'Urf-- 386 1 2 3. 4 5. E. Ma 1. 2. . Pengertian Adat dan 'Urf -- 387 .
Macam-macam 'Adat -- 389 Penyerapan Adat dalam Hukum -- 392 . Perbenturan
dalam 'Urf-- 396 Kedudukan 'Urf dalam Menetapkan Hukum -- 399 zhab Shahâbi
 ...

Konfigurasi Fiqih Poligini Kontemporer

Kritik Terhadap Paham Ortodoksi Perkawinan Poligini di Indonesia

Penggunaan istilah “poligami” untuk mengartikulasikan relasi perkawinan seorang laki-laki dengan beberapa orang istri pada dasarnya tidaklah tepat. Secara etimologi, poligami dalam bahasa latin disebut “Polygamia” yang berasal dari bahasa Greek (Yunani) dan merupakan bentukan dari dua kata yaitu “polus” dan “gomes”. “Polus” berartibanyakdan “Gomes” berarti kawin. Dalam istilah Bahasa Indonesia, poligami adalah sistem perkawinan yang salah satu pihak mengawini beberapa lawan jenisnya dalam waktu bersamaan.2 Dalam antropologi sosial, terdapat tiga bentuk poligami, yaitu: 1. Poligini, yaitu sistem perkawinan yang membolehkan seorang laki-laki memiliki atau mengawini beberapa perempuan sebagai istrinya dalam waktu yang bersamaan (seorang laki-laki memiliki beberapa istri sekaligus). Menurut para ahli sejarah, model perkawinan ini sudah berlangsung sejak lama dan diakui oleh banyak peradaban bangsa-bangsa dunia. 2. Poliandri yaitu sistem perkawinan yang membolehkan perempuan mempunyai suami lebih dari satu orang dalam waktu yang bersamaan (seorang istri/perempuan memiliki beberapa suami sekaligus). Praktik perkawinan poliandri sering dijumpai dibagian selatan dan utara India dan beberapa wilayah di Rusia. Perkawinan poliandri ini seorang istri secara alami dan otomatis menjadi istri dari seluruh saudara laki-lakinya atau kerabat yang berhubungan dekat. Akan tetapi, secara umum, praktik poliandri ini tidak diakui oleh agama manapun dan diangggap sebagai penyimpangan sosial. 3. Perkawinan Kelompok yaitu kombinasi poligini dan poliandri. Perkawinan jenis ini terjadi dalam masyarakat primitif seperti di daerah pegunungan Tibet, Himalaya India dan Australia. Oleh karena itu, term poligami pada dasarnya tidak hanya mengambarkan perkawinan seorang laki-laki dengan banyak istri saja, tetapi juga sebaliknya. Dengan demikian, penggunaan istilah “poligami” sebagai nomenklatur kondisi seorang laki-laki yang mempunyai banyak istri sebenarnya tidak tepat. Sebab, istilah tersebut akan mempersempit makna “poligami” itu sendiri. Agar konsisten, maka tulisan dalam naskah ini secara keseluruhan menggunakan istilah “poligini”. Istilah tersebut lebih tepat secara struktur kebahasaan, dari pada istilah “poligami”—yang meskipun ‘lazim’, tetapi tidak tepat. Kutipan langsung yang menggunakan istilah poligami akan dimodifikasi menjadi poligini, tanpa merubah substansi yang dimaksud.

Penggunaan istilah “poligami” untuk mengartikulasikan relasi perkawinan seorang laki-laki dengan beberapa orang istri pada dasarnya tidaklah tepat.

Tafsir Salman

Tafsir Ilmiah Juz ‘Amma

Al-Quran, sebagaimana diketahui, adalah salah satu, kalau bukan satu-satunya, kitab suci yang sangat mendukung ilmu pengetahuan. Tidak kurang dari 750 ayat kauniyah yang berbicara tentang ilmu pengetahuan hampir 5 kali lipat lebih banyak daripada ayat ahkam (seputar fikih). Oleh sebab itu, hampir merupakan suatu konsekuensi logis apabila umat Islam memberikan perhatian dalam porsi besar terhadap ayat-ayat kauniyah. Pada kenyataannya, khazanah tafsir di Dunia Islam amat didominasi dengan pendekatan linguistik, fikih, serta akhlak dan tasawuf, dan amat sedikit sekali yang mengulas ayat-ayat kauniyah dengan pendekatan keilmuan (tafsir ilmi). Menyadari kenyataan itu, Tim Salman ITB berupaya mengisi kelangkaan khazanah tafsir ilmi ini dengan menerbitkan Tafsir Salman, khusus untuk Juz 30. Pertimbangannya, Juz 30 ini dipilih karena mengandung surah-surah yang paling sering dibaca dalam shalat sehari-hari. Setelah membaca tafsir ini, diharapkan para pembaca akan lebih mampu menghayati kebesaran Allah di alam semesta saat melantunkan surah-surah tersebut. Disusun oleh para pakar multidisiplin di bidang sains dan teknologi serta pakar bahasa dan tafsir al-Quran, buku ini merupakan langkah awal bagi Tim Salman ITB untuk menulis serangkaian tafsir ilmi berikutnya secara tematik (bidang lingkungan, manusia, kepemimpinan, sains-teknologi, dsb). [Mizan, Al-Mizan, Kitab, Tafsir, Terjemahan, Salman, ITB, Indonesia]

Menyadari kenyataan itu, Tim Salman ITB berupaya mengisi kelangkaan khazanah tafsir ilmi ini dengan menerbitkan Tafsir Salman, khusus untuk Juz 30.

Perspektif Islam Tentang Strategi Pembelajaran

Buku Perspektif Islam tentong Strestel Pembelajaran ini berbicara tentang kerangka konseptual ilmiah strategi pembelajaran dan aplikasinya dalam pendidikan Islam. Pada bagian awal, dikupas paradigma baru pendidikan dan manusia sebagai makhluk belajar serta hubungan jiwa dan fitrah dengan kegiatan belajar mengajar. Selanjutnya, pokok bahasan berkisar pada berbagai aliran dalam pendidikan dan pembelajaran, konsep, teori, dan metode dalam belajar serta mengajar. Di bagian akhir, buku ini ditutup dengan paparan mengenai keberhasilan belajar mengajar, faktor yang memengaruhinya dan pandangan Islam mengenai keberhasilan belajar mengajar. --- Buku persembahan penerbit Prenadamedia Kencana

Buku-buku yang telah ditulis antara lain: 1) Dirasah Islamiyah I (Al-Qur'an dan
Hadis). 2) Dirasah Islamiyah IV (Ilmu Kalam, Filsafat dan Tasawuf). 3) Metodologi
Studi Islam, 4) Peta Keragaman Pemikiran Islam di Indonesia. 5) Tafsir Ayat-ayat
 ...

Pendidikan Kedewasaan dalam Perspektif Psikologi Islami

Kedewasaan merupakan masalah universal dan terkait bidang yang banyak bersentuhan dengan berbagai masalah kehidupan, berbicara masalah kedewasaan berarti berbicara masalah diri sendiri dan orang lain. Oleh sebab itu, tidaklah mudah menjawab masalah makna dewasa karena kedewasaan sering dikaitkan dengan berbagai masalah, ungkapan "kurang dewasa" ketika seseorang melakukan perbuatan yang di luar kebiasaan, demikian pula yang dengan ungkapan-ungkapan yang lain. Buku ini menggambarkan makna dan berbagai persoalan yang terjadi di sekitar kedewasaan, ditinjau dari perspektif psikologi Islami menurut Abdullah Nasih Ulwan. Semoga buku ini dapat memberikan wawasan yang luas dan dijadikan bahan rujukan, diskusi, dan pengembangan pemahaman mengenai kedewasaan, khususnya bagi mahasiswa maupun bagi para pembaca secara umum.

Kedewasaan merupakan masalah universal dan terkait bidang yang banyak bersentuhan dengan berbagai masalah kehidupan, berbicara masalah kedewasaan berarti berbicara masalah diri sendiri dan orang lain.

Psikologi Pendidikan

Pedoman Untuk Guru dan Ibubapa

Pendidikan merupakan suatu tugas yang mencabar. Baik sebagai guru di sekolah mahupun ibubapa di rumah, tugas mendidik dilihat sebagai suatu tanggungjawab. Justeru adakalanya menyebabkan kita terlepas pandang dengan melihat tugas mendidik hanyalah berlaku di sekolah sahaja. Oleh itu aktiviti meningkatkan pengetahuan, kefahaman dan kemahiran mendidik dianggap hanya perlu dilakukan oleh guru di sekolah. Buku ini menjelaskan mengapa setiap individu sebenarnya merupakan pendidik. Samada sebagai guru di sekolah, ibubapa di rumah, mahupun ahli masyarakat, kita semua perlu sentiasa berusaha menambah pengetahuan, meningkatkan kefahaman dan kemahiran dalam mendidik. Tanpa usaha meningkatkan kefahaman dan kemahiran maka proses mendidik anak-anak didik kita lebih menjurus kepada ‘trial and error’ dan merugikan. Dalam buku ini perbincangan tentang teori, kaedah, strategi dan pendekatan psikologi dalam mendidik telah dilakukan dengan membandingkannya dengan pengalaman-pengalaman seharian. Penulis telah dengan sengaja membandingkan pengalaman-pengalaman seharian yang beliau lalui baik sebagai guru di sekolah atau pensyarah di pusat pengajian tinggi mahupun sebagai bapa di rumah supaya kefahaman dan penguasaan kemahiran mendidik dapat difahami dengan lebih mudah. Menjadi harapan penulis supaya buku ini dijadikan sebagai rujukan tambahan berkenaan dengan proses memahami dan meningkatkan kemahiran mendidik dalam kalangan kita semua. Amiin.

Sebab itubila bercerita tentang psikologi pendidikan kita akan memahaminya
sebagai suatu proses pengaplikasian ilmu psikologi dalam pendidikan yang
boleh menyumbang kepada pemahaman dan pengamalan dalam proses
pendidikan.